PEMERINTAH

Penjabat Sekda Kota Makassar Bahas Pengendalian Inflasi Bersama TPID

Makassar | JurnalCelebes.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel menggelar Kegiatan Nongkrong Ki (Nongki) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Makassar sekaligus sebagai ajang diskusi untuk membahas pengendalian inflasi kota Makassar menjelang bulan Ramadhan yang digelar di Black Canyon Coffee jalan Monginsidi Kota Makassar. Rabu 11/4/2018.

Diskusi yang digelar ini dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota makassar, Andi Muh Yasir serta melibatkan stakeholder yang masuk dalam unsur TPID Makassar yakni PD Pasar, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Bappeda, Bulog dan beberapa OPD terkait.

Andi Yasir saapan akrab Penjabat Sekda Kota Makassar ini pun mengatakan bahwa menjelang bulan suci Ramadhan seluruh stakeholder terkait melakukan diskusi untuk menjaga Inflasi di kota Makassar dan salah satunya menjaga stabilisasi harga pangan,

“Kegiatan diskusi ini untuk membahas bagaimana menjaga kenaikan inflasi di kota Makassar menjelang bulan puasa. Dimana seperti kita ketahui biasanya menjelang bulan puasa harga bahan pangan terkadang melonjak maka untuk menjaga stabilitas harga pangan maka kita gelar diskusi bersama stakeholder terkait dan TPID. jika kita dapat menjaga harga pangan berarti kita juga mencegah naiknya inflasi.”

Andi yasir pun menambahkan, Kontributor terbesar terhadap inflasi di kota Makassar adalah komoditas Cabe, saya meminta Dinas ketahanan Pangan dan pertanian agar mengidentifikasi jumlah stock cabe dan memberikan gambaran kondisi eksecting di kelurahan barombong dan di lorong lorong binaan, berapa tanaman cabe yang ada dan berapa perkiraan produksi cabe itu sendiri.”

Dalam pertemuan ini juga membahas komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan, antara lain, Cabai Rawit, Bawang, Tomat, Kangkung, Beras dan komoditas Sembako lainnya.

Andi yasir yang juga selaku Kadis perdagangan kota Makassar ini juga meminta dengan tegas kepada Bulog untuk segera memberikan data pedagang yang menerima distribusi beras medium kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),

“Saya minta dengan tegas kepada Bulog Untuk memberikan datanya kepada TPID khususnya Dinas Perdagangan, berapa jumlah pedagang yang menerima distribusi beras medium, agar Dinas perdagangan dan dinas terkait dapat melakukan pengawasan dan pengendalian harga beras medium.” Ujar Andi Yasir.

Sementara itu data dari Bulog menklaim jumlah stock beras hingga tiga bulan kedepan aman. Yakni 3,482 Ton dengan harga eceran tertinggi (het) untuk beras medium Rp. 8030/ kg.

Diketahui sebanyak 500 Kolompok Tani Lorong (Poktanrong) binaan Dinas Ketahanan Pangan telah membudidayakan cabe sejak 2017 lalu dan sempat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lorong. Puncaknya pada Desember 2017 memproduksi panen 173 Ton, yang dampaknya harga cabe turun drastis.(*)

Editor : Wen

Penjabat Sekda Kota Makassar Bahas Pengendalian Inflasi Bersama TPID
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top