by

Buka Sosialisasi Rekonsiliasi Konflik, Deng ical Harapkan Peran Tokoh Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial Di Lingkungannya

Makassar | JurnalCelebes.com — Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassaar, Syamsu Rizal MI membuka Sosialisasi Rekonsiliasi Konflik Bagi Tokoh Agama Tingkat Kota Makassar Tahun 2018 di Hotel Prima Jl Ratulangi Kota Makassar. Selasa (27/3/2018).

Kegiatan ini diselenggarkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, yang melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kota Makassar sebagai tindak lanjut pelaksanaan No 12 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial.

Dalam sambutannya, Deng ical sapaan akrab Plt. Walikota Makassar ini mengatakan bahwa Kota Makassar adalah salah satu kota yang rentan terjadinya konflik sosial.

Hal itu menurutnya karena semua variabel yang bisa menimbulkan terjadinya konfilk sosial ada di Kota Makassar.

“Biasa pemicunya karena persoalan perbedaan presepsi dan kepentingan sehingga menyebabkan terjadi konflik sosial antara warga,” ujar deng ical.

Apalagi kata dia, Makassar merupakan titik pertemuan dari berbagai macam unsur mulai dari agama, etnis, adat dan budaya.

Belum lagi, ditambah dengan lingkungan strategisnya di Kota Makassar yang begitu mendukung, sehingga sangat memungkinkan terjadinya perbedaan-perbedaan yang bisa berakibat pada konflik sosial.

“Hal ini yang mesti kita minimalisir mulai dari sekarang demi mencegah terjadinya konflik sosial antara kelompok yang bisa menganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas,” jelasnya.

Deng Ical berharap melalui sosialisasi ini semua tokoh masyarakat, agama dan pemuda dapat mengambil peran dalam mencegah terjadinya konflik sosial di lingkungan masing-masing.

“Karena peran tokoh-tokoh masyarakat itu sangat berpengaruh besar di dalam kehidupan bermasyarakat, karena mereka adalah extension of the hand perpanjangan tangan dari masyarakat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di Kota Makassar,” ucapnya.

“Jadi kalau ada yang bilang ketua RT, RW dan tokoh masyarakat itu tidak ada kontribusinya itu tidak benar,” ujarnya.

Sementara Kasubid Pengawasan konflik Sosial, Zainal Arifin berharap melalui kegiatan ini dapat memberi langkah-langkah yang tepat bagi masyarakat untuk turut berperan mencegah adanya pengaruh-pengaruh yang bisa menimbulkan suatu gesekan di tengah masyarakat lainnya.

“Karena tidak semata hanya pemerintah dan aparat keamanan saja yang menanganinya, tapi juga tokoh-tokoh masyarakat yang diharapkan menjadi terdepan dalam menjaga keharmonisan dilingkungan dan wilayahnya semua,” harapanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed