Uncategorized

Ini Penjelasan Supervisor BRI Sulsel, Terkait Penolakan Difabel di Bone

MAKASSAR|JurnalCelebes – beberapa waktu yang lalu, Ojhil seorang difabel kinetik (cerebral Palsy), mendapat perlakuan tidak mengenakkan saat ingin menjadi nasaba di salah satu cabang bank BRI di kabupaten Bone.

Menurut penuturan ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone, Andi Takdir, yang saat itu menemani Ojhil ke bank tersebut, pihak bank tidak mau menerima Ojhil karena mereka menganggap Ojhil mengalami keterbelakangan mental.

“Saat itu, saya langsung menjelaskan pada ibu yang di customer service kalau ojhil tidak keterbelakangan mental, tapi penyandang disabilitas fisik”, jelas Takdir melalui pesan whats app (12/02).

Takdir melanjutkan, usai mendengarkan penjelasannya, saat itu customer service mencoba menghubungi atasannya, akan tetapi, hasilnya tetap sama, Ojhil tidak bisa membuka rekening di bank BRI kalau tidak ada perwakilannya atau keputusan dari pengadilan.

Peristiwa tersebut sempat di ungga Takdir ke akun media sosialnya (facebook), dan mendapat tanggapan beragam dari netizen.
Merespon kabar diatas, direktur Eksekutif Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan, Abd Rahman (Gus Dur), pada Senin (19/02), mendatangi kantor wilayah BRI Sul-sel, yang beralamat di jalan Ahmad Yani Makassar. Dia bermaksud mengadvokasi dan mempertanyakan diskriminasi yang dialami Ojhil.

Menurut Siska (supervisor BRI), kejadian tersebut merupakan kesalahan dari petugas customer bank yang saat itu bertugas. petugas tersebut salah persepsi tentang disabilitas.

Padahal, masih menurut Siska, Bri telah melatih Kariawannya dalam memberikan pelayanan yang ramah terhadap nasabah difabel.

Dia melanjutkan bahwa sejak tahun 2013 dan 2016, BRI pusat telah mengeluarkan surat edaran tentang pelayanan yang ramah difabel.

Mengenai petugas Customer Service yang saat itu menolak Ojhil, Siska mengatakan bahwa BRI telah memberi sangsi berupa teguran pada petugas tersebut.

Sementara itu Abd Rahman, mengatakan bahwa peristiwa ini seharusnya bisa menjadi bahan pembelajaran bagi semua bank khususnya BRI agar memperhatikan pelayanan yang ramah bagi difabel.

Menurut Rahman, dalam memberikan pelayanan, semua Bank seharusnya berpedoman pada prinsip-prinsip pelayanan keuangan yang berbasis inklusif yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan kementerian keuangan pada tahun 2016. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top