SOSIAL & KESRA

Begini Dinsos Tangani Remaja Bermasalah Jakarta

Jakarta|JurnalCelebes — Permasalahan anak remaja yang putus sekolah, yatim-piatu, hingga ketelantaran masih menjadi momok mengerikan di Jakarta. Alih-alih menjadikan mereka penerus bangsa, jika tidak mendapat penanganan mereka bisa terjerumus ke dalam perdagangan manusia, eksploitasi anak bahkan ke lembah pelacuran.

Untuk menangani itu, beberapa upaya dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta di antaranya dengan melakukan pembinaan dan pelatihan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya milik Dinas Sosial DKI Jakarta.

Panti khusus remaja bermasalahan itu setiap tahun membuka kesempatan bagi mereka yang ingin memiliki keterampilan. Sudah ratusan remaja yang ikut pelatihan keterampilan tiap tahunnya.

“Di sini untuk merubah mindset dan perilaku. Karena sebelumnya mereka terbiasa hidup di jalanan. Di sini kami biasakan rajin, disiplin, dan sungguh-sungguh,” kata Ahmad Dumyani, Kepala PSBR Taruna Jaya saat acara Home Coming Day atau temu alumni panti yang sudah bekerja dan mandiri pada Minggu (4/2).

Dumyani juga mengatakan, sarana untuk merubah mindset dan perilaku remaja yaitu dengan memberikan pelatihan keterampilan sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Total ada sembilan pelatihan keterampilan yang ada di panti tersebut. Yaitu pelatihan keterampilan las, otomotif, servis ac, servis HP, jahit, tataboga, salon, komputer, dan mebel.

“Alumni-alumni panti tahun 2015, 2016, dan 2017 yang sudah bekerja di perusahaan-perusahaan saat ini berkumpul untuk ketemu adik-adik kelasnya,” ujar Dumyani.

Pertemuan itu dilakukan, katanya, agar terjalin ikatan sesama alumni panti ketika di dunia kerja. Di samping itu juga untuk memotivasi remaja-remaja yang masih dalam proses pelatihan agar tidak mudah menyerah.

Dalam acara pertemuan alumni atau Home Coming Day yang diselenggarakan setahun sekali, pihak panti memberikan sertifikat kelulusan bagi remaja yang baru saja lulus pelatihan.

Tidak hanya pemberian sertifikat kelulusan, bagi mereka yang berprestasi atau memiliki nilai tertinggi juga diberikan hadiah untuk memacu mereka tetap berprestasi.

“Ada sekitar 50 anak yang hadir. Pelatihan ini juga kerjasama antara PSBR & ADRF Dream Center Project (DCP) dari KOICA (Korean International Cooperation Agency) dan menghasilkan sekitar 100 lulusan selama 3 tahun,” ungkap Dumyani.

PSBR & ADRF Dream Center Project adalah program pelatihan kejuruan satu tahun untuk membantu siswa mencapai impian, masa depan dan kemandirian siswa.
Proyek ini dikelola bersama oleh Dinas Sosial DKI Jakarta dan LSM Korea ADRF.

Sementara itu, salah satu alumni panti Adhan Arafah (17) yang saat ini sedang Praktik Kerja Lapangan di salah satu sekolah negeri di Jakarta mengungkapkan kegembiraannya karena diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan keterampilan.

“Saya senang sekali kembali ke sini hari ini, dan sangat membantu apa yang telah saya pelajari di sini,” kata Adhan Arafah.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top