MAKASSAR

Aksi Unras Mahasiswa Mamasa Dengan Bakar Ban Bekas

Makassar|JurnalCelebes – Puluhan pelajar yang mengatasnamakan dirinya Mahasiswa Kabupaten Mamasa Sapata’wai Sapalelean melakukan aksi unjuk rasa di Asrama Mahasiswa Mamasa, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 11, Lorong 9 No.19 Makassar, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi selatan, Jumat, 02 Februari 2018.

Menurut Taufik Rama Wijaya Mamasa, Koordinator Lapangan menyampaikan bahwa sebagai suatu daerah dengan potensi besar yang menopangnya, di tuntut untuk dapat hadir sebagai suatu tempat yang nyaman dan layak huni kepada seluruh rakyatnya. Pemangku kuasa atau pemerintah daerah sebagai pelayan masyarakat seyogyanya memberikan pelayan terbaik untuk Tuannya dalam hal ini Rakyat Kabupaten Mamasa.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai mana kami sebutkan di Atas telah menekankan bahwa ‘Mencerdaskan kehidupan Bangsa’ sebagai salah satu tujuan terbentuknya Negara ini. sebagai salah satu amanat undang undang yang harus di patuhi oleh siapapun yang kemudian di percaya oleh Rakyat untuk menjadi pelayannya,”tutur

Lebih jauh dikatakan Taufik bahwa data dari badan pusat statistik kabupaten Mamasa (BPS KAB. Mamasa) angaka putus sekolah usia 7-24 tahun sudah cukup rendah yaitu sebesar 24,89 %. sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan segala sarana dan prasrana untuk membantu terwujudnya suatu kabupaten Mamasa yang jauh dari kebodohan. Namun sayangnya tingkat partispasi sekolah yang cukup tinggi yaitu sebesar 73,47% di usia 7-24 tahun ini tidak di barengi dengan kesiapan pemerintah dalam mengakomodir kemauan tinggi rakyat Mamasa untuk dapat menikmati menyelam dalam Ilmu pengetahuan

“Terbukti dengan sekolah dasar (SD) yang hanya tersedia sebanyak 255 unit untuk 22.009 siswa, SMP sebanyak 87 unit untuk 10.761 siswa, SMA 15 unit untuk 2.938 siswa, SMK 38 unit untuk 4.688 siswa semua data ini di ambil tahun 2015 oleh BPS Provinsi Sulawesi Barat. Belum lagi beberapa sekolah yang sangat jauh dari kata layak, masih banyak sekolah yang hanya mengandalkan infrastruktur seadanya bahkan tak jarang harus menumpang di rumah rumah warga untuk menjalankan aktivitas pendidikannya. Pendidikan dasar seharusnya menjadi perhatian utama pembangunan untuk memepersiapkan para penerus bangsa ini agar siap sedia ketika di beri tanggung jawab untuk melanjutkan estfet pembangunan Negara,”ucap Taufik dalam orasinya

Lanjut, Belum lagi di tingkat pendidikan tinggi, Mamasa hanya mempunyai 3 kampus swasta yang beberapa di antaranya hanyalah kelas jauh dari kampus inti. Ini membuat para calon Mahasiswa kekurangan Opsi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di daerahnya dan terpaksa merantau ke daerah lain agar cita cita mulianya dapat tergapai. Kebanyakan di diantaranya memilih Makassar, Pare-Pare, Polman, dan majene sebagai opsi terdekat untuk hal tersebut.

“Di semua daerah tersebut hanya di makassar saja yang memiliki ASRAMA mahasiswa sebagai salah satu bukti dukungan PEMDA untuk mendukung terbentuknya sumber daya Manusia yang berkualitas di daerahnya. Perhatian PEMDA untuk Pendidikan Tinggi khususnya untuk Kota Makassar bisa di katakan hampir tidak ada, meski harus di akui bahwa PEMDA memiliki program bantuan penyelesaian studi dan telah membangun ASRAMA,”tutup Taufik

Dalam pantauan Info Makassar di Lokasi, Para peserta aksi membakar satu buah ban mobil bekas sebagai bentuk protesnya

Adapun tuntutan yang dibawa para peserta aksi, Laksanakan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis yang termaktub dalam pasal 31 UUD 1945, Pembanguan merata infrastruktur, sarana serta prasarana pendidikan di Kabupaten Mamasa. Penuntasan pembangunan dan pemanfaatan ASRAMA MAHASISWA KABUPATEN MAMASA.
Apabila PEMDA tak dapat memenuhi tuntutan ini maka turunkan Drs H. Ramlan Badawi M.H. (BUPATI KABUPATEN MAMASA) dan Kepala Dinas pendididikan Kabupaten Mamasa dari jabatannya karena di anggap tidak mamapu menjalan tugas dan tanggung jawabnya.

Sumber : (IM/Wawan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
%d bloggers like this: