SOSIAL & KESRA

Dipersulit Saat Pengurusan Penurungan UKT, Mahasiswa Ini Galang Dana

MAKASSAR|JurnalCelebes – Mahalnya biaya pendidikan dirasakan 2 Mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Menjelang Penutupan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Kedua mahasiswi ini kalang kabut mencari uang untuk melunasi biaya kuliah per semester tersebut.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Agi Astuti mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2017 dan Nuraeni Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PBB) angkatan 2016.

Agi sendiri memiliki Jumlah nominal UKT yang cukup tinggi yaitu 5 juta Rupiah, sedang ia hanya hidup dari hasil Pensiunan ayahnya yang sudah meninggal. Ia pun sehari-hari rela menjadi karyawan di tempat Loundry disela-sela padat kuliahnya.

Dilain sisi, Nuraeni yang bernasib tak jauh beda dengan Agi, malah hendak menjual Handphonenya untuk membayar UKT nya disemester ini karena orangtuanya yang Sudah tua tidak sanggup membayar.

Didasari rasa persaudaraan, beberapa Mahasiswa gabungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP UNM bersama Front Mahasiswa Nasonal (FMN) berinisiatif membantu dengan melakukan penggalangan dana di sekitaran kampus FIP UNM.

Mahasiswa tersebut menjual Pisang Molen Coklat dengan harga 5000 Rupiah dari modal awal yang hanya 2000 Rupiah.

Presiden BEM FIP UNM Ramli Ely, membenarkan bahwa ada 2 mahasiswa FIP UNM yang tidak bisa membayar UKT dan sedang mengurus Penurunan UKT di kampus.

“Ada dua Mahasiswa dari FIP yang kami kawal untuk penurunan UKT, ya tapi dipersulit, dipimpong-pimpong” ungkapnya.

Ia mengungkapkan dari pengalangan dana yang ia lakukan sudah menghasilkan kurang lebih 1 juta rupiah. Uang tersebut kemudian akan diberikan kepada kedua mahasiswa tersebut.

“Dan yang terkumpul kurang lebih 1 juta, setidaknya ini bisa bantu-bantu untuk membayar UKTnya, karena untuk membayar saja dia menjual Hp dan menggadai Laptopnya sama hasil gajinya kerja dari laundry” ungkap mahasiswa PPB ini.

Ia pun berharap pihak birokrasi UNM membantu dalam menurunkan UKT kedua mahasiswa tersebut, ia menuturkan keprihatinannya jika mereka harus cuti akademik hanya karena tidak bisa membayar UKT.

“Harapan saya, birokrasi UNM jangan mempersulit mahasiswanya untuk mau menurunkan UKTnya, saya merasa kasihan jika ada mahasiswa yang mau cuti akademik hanya karena tidak mampu membayar UKTnya, karena pendidikan itu penting” tuturnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top