KRIMINAL

Aksi Demo di Depan Kejati Sulsel Terkait Pelaku Pemukulan Masih Bebas

Peristiwa kasus pemukulan  di Tanah Toraja belum ada kejelasan hukum sehingga ormas Pekat dan didampingi oleh Mahasiswa melakukan aksi demo di depan kantor Kejati  Sulsel pada hari selasa, (14/11/2017)

Dalam aksi tersebut, diminta untuk transparansi secara hukum agar tidak terjadi polemik terhadap masyarakat Tanah Toraja, khususnya korban penganiayaan yang bernama Djuly Membaya

Kejadian penganiayaan ini masih simpan siur perihal hukumnya, padahal pelaku Ir.Jhon Ronde sangat jelas telah melakukan tindakan penganiayaan dan di saksikan oleh para jemaah gereja

Selain itu, berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan nomor :B/ 143/XI/20137 Reskrim yang menyatakan bahwa berdasarkan laporan kepolisian korban penganiayaan bernama Djuly Mambaya yang dilakukan oleh Ir. Jhin Ronde Mangontan berdasarkan laporan polisi nomor : LPb/221/IX/2017 SPKT tanggal 25 September 2017 yang ditindak lanjuti dengan surat perintah penyidikan nomor: SP/Sidik /18a/IX/ 2016 Reskrim yang kemudian melimpahkan berkas kasus ini ke Kejaksaan Negeri Toraja.

Namun berkas perkara masih dimentahkan, pasalnya, Surat yang dikeluarkan Kejari Tana Toraja nomor: B .10 19/ 426/EP.1/II/ 2017 dengan perihal hasil penyelidikan perkara Ir.dan Jhon Ronde Mangontan Pasal 351 ayat 1 KUHP dan 352 KUHP, mengembalikan berkas perkara dari kepolisian dengan nomor: BP / 58/X/2017 Reskrim yang dikirim tanggal 23 Oktober 2017 dan diterima oleh pihak Kejari pada tanggal 31 Oktober 2017 dengan alasan berkas ini tidak lengkap dengan sangat mencederai proses hukum yang berlaku di negeri ini. (rls)

Editor : Mbass

Tonton juga videonya:

Aksi Demo di Depan Kejati Sulsel Terkait Pelaku Pemukulan Masih Bebas
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: