POLITIK

Bicara Realitas, Mantan Ketua HIPMI Bantaeng Blak-blakan Soal NA

Jurnalcelebes – Nurdin Abdullah (NA) yang terpilih menjadi Bupati Bantaeng, pada tahun 2008 untuk periode 2008-2013.

Karena dinilai berhasil memajukan Bantaeng selama lima tahun kepemimpinannya, berbagai elemen masyarakat mendorongnya untuk maju kembali sebagai calon bupati pada Pilkada Bantaeng 2013. Dan di Pilkada 2013 Nurdin kembali terpilih sebagai bupati untuk periode 2013-2018.

Namun, diam-diam kepemimpinan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah selama hampir 10 tahun menjabat sudah mulai nampak kritikan dari masyarakatnya. Bahkan, masyarakat kabupaten Bantaeng mulai terang-terangan menyayangkan kebijakan dari sang Professor itu.

“Saya bicara begini karena bukan ada kepentingan semata, tapi ini adalah realitas. Saya kumpulkan masyarakat untuk berbicara terkait kepemimpinan pak Nurdin di Bantaeng. Saya tampung aspirasi mereka dan semua mengeluh, semua berbicara juga persoalan ekonomi yang tidak merata,” Kata Imrianto, melalui rilis yang diterima Suarainfo.com, Selasa (17/10/2017).

Imrianto yang juga mantan Ketua Hipmi Bantaeng itu sangat menyayangkan kebijakan yang dicanangkan oleh Nurdin Abdullah, termasuk janji-janji politiknya yang belum terealisasi untuk masyarakat Bantaeng. Bahkan, sampai pemerataan ekonomi dan sosial belum terwujud.

“Kita ini butuh dalam program pemerintah hanya pemerataan, beliau (Nurdin Abdullah) itu tau siapa saya. Jadi karena permasalahan ekonomi tingkat perceraian juga meningkat, makanya banyak yang merantau ke Malaysia dan Kalimantan. Kalau kita liat pemberitaan Bantaeng bahwa tingkat ekonomi itu merata, Bohong besar itu,” tegasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, salah satu masyatakat Bantaeng Daeng Nai juga sangat menyayangkan dengan kepemimpinan Nurdin Abdullah, yang katanya Kabupaten Bantaeng hingga saat ini belum menuai apa-apa, bahkan banyak program pemerintah yang tidak berdampak positif ke masyarakat.

“Tena kodong apa-apa ri Bantaeng (tidak ada apa-apa di Bantaeng), pemerataan sosial juga tidak merata. Saya sudah 20 tahun tinggal di Bantaeng belum ada itu terwujud. Saya tabe’ (mohon maaf) kalau harus sikapi kebijakan pak Nurdin, harusnya selesaikan dulu tingkat pemerataan ekonomi di Bantaeng, itu juga proyek smelter tidak jalan mau diapakan itu,” ucap Daeng Nai.

Diketahui, Nurdin Abdullah yang akan maju di Pemilihan Gubernur (Pulgub) Sulsel 2018 mendatang, dinilai sangat sulit lagi mendulang dukungan suara dari masyarakat bantaeng. Dikarenakan, menurut Daeng Nai, banyak warga yang sudah tidak care lagi dengan kepemimpinan Nurdin Abdullah. (*/rls)

Bicara Realitas, Mantan Ketua HIPMI Bantaeng Blak-blakan Soal NA
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: